HUT-39 Dewan Kerajinan Nasional

HUT-39 Dewan Kerajinan Nasional

Sebagai suatu negara yang memiliki keragaman suku bangsa, adat istiadat, seni budaya, dan bahasa yang khas, Indonesia menjadi satu negera yang subur akan KREATIFITAS. Kreatifitas tersebut berkembang secara dinamis dan melahirkan Seni KRIYA atau KERAJINAN. DEKRANAS menjadi wadah berhimpunnya para penggiat industri kerajinan nasional dan dapat dikatakan sebagai salah satu pionir. Sejak kelahirannya tanggal 3 Maret 1980, DEKRANAS menjadi elemen penggerak di industri kerajinan dan telah menjalankan perannya sebagai mitra Pemerintah dalam membina dan mengembangkan tradisi dan warisan budaya dalam membuat kerajinan yang semakin bermutu dan berdaya saing di seluruh wilayah Nusantara. DEKRANAS memberi/menambah wawasan, pengetahuan dan kemampuan perajin dalam penguasaan teknologi digital menjadi tidak terelakkan.

Dalam rangka HUT Dekranas Ke-39, Dewan Kerajinan Nasional menyelenggarakan 3 rangkaian kegiatan besar antara lain:

  1. Pameran KRIYANUSA 2018 pada tanggal 26-30 September 2018,
  2. Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) tanggal 27 September 2018, dan
  3. INDONESIA kembali menjadi tuan rumah evaluasi penjurian WORLD CRAFT COUNCIL AWARD 2018 pada tanggal 24-27 September 2018.

1. PAMERAN KRIYANUSA 2018

Tema pameran KRIYANUSA Dekranas 2018 adalah “Tingkatkan Sinergitas dan Kreatifitas Wirausaha Milenial”. Pameran diselenggarakan tanggal 26-30 September 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Diharapkan melalui pameran Kriyanusa 2018, DEKRANAS dapat memberikan ruang bagi perajin Indonesia untuk menampilkan produk unggulannya. Setiap tahunnya Pameran KriyaNusa mengusung ikon daerah Nusantara yang berbeda-beda. Ikon KriyaNusa tahun ini adalah Aceh dengan mengangkat motif Pucuk Rebung sebagai dasar desain publikasi. Selain kerajinan, KriyaNusa juga menghadirkan ragam kuliner Nusantara. Pameran KriyaNusa kali ini diikuti Dekranasda seluruh Indonesia yang memfasilitasi perajin wilayahnya. Tak hanya itu sejumlah BUMN dan Kementerian juga memfasilitasi mitra binaanya untuk ikut pameran sehingga terdapat 313 stand kriya dan 21 stand kuliner yang terdiri dari 172 stand Dekranasda, 37 stand Kementrian dan BUMN, 76 perajin individu, dan sisanya stand ikonik. Dekranas juga mengajak para desainer untuk mengedukasi perajin dan memperkenalkan hasil kerajinan daerah ke masyarakat yang lebih luas. Tahun ini daerah yang bekerjsama dengan para desainer adalah: Sintang, Sabu, Cual, Donggala, Tuban, dan Ulap Doyo. Desainer-desainer tersebut antara lain: Naniek Rahmat, Ghea Panggabean, Oscar Lawalata, Didit Maulana, Carmanita. Selain itu juga ada acara talkshow, demo melukis dengan kulit telur, dan demo kreasi hijab.

Di hari kedua, talkshow bertemakan Strategi Pengembangan Pasar Wirausaha Milenial melalui Digital Marketing dengan narasumber Ibu Ratna, Direktur IKM, dari Kemenperind; Google Indonesia; PT. Brodo.

Lalu di hari ketiga, talkshow bertemakan: Forum Sosialisasi Belanja dan Jualan Online: Murah, Cepat dan Aman dengan narasumber: Septriana Tangkary, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim dari Kominfo dan Representatif dari Marketplace. Selama kegiatan berlangsung akan ada live music performance dari Lapaze Band dan penyanyi seperti Nazar KDI, Katon Bagaskara, dll.

ameran ini dapat dikunjungi secara gratis dan diharapkan dapat membuat masyarakat lebih mencintai indahnya kerajinan khas Indonesia.

 

2. RAKERNAS 2018 DEKRANAS

Pada tanggal 27 September 2018, Dekranas akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dekranas. Rakernas ini berguna untuk memantapkan sinkronisasi dari peran Dekranas dan Dekranasda seluruh Indonesia secara menyeluruh. Acara ini digelar secara rutin setiap tahunnya. Tema Rakernas tahun ini adalah: "Terus Berinovasi Menuju Kriya Nusantara yang Berkualitas". Rakernas tahun ini akan diselenggarakan di Kementerian Pertahanan yang diikuti sekitar 600 peserta diantaranya para Ketua Dekranasda Provinsi, Kabupaten, dan Kota, serta anggota pengurus Dekranas Pusat.

Rangkaian acara Rakernas berupa talkshow yang dibagi menjadi 3 (tiga) sesi:

  1. Sesi 1 akan membahas peran dekranas dalam pembinaan perajin
  2. Sesi 2 akan membahas peran SMESCO sebagai sarana promosi unggulan di Indonesia, dengan narasumber yaitu Dirut SMESCO
  3. Sesi 3 akan membahas tentang pendanaan dari sisi CSR, dengan narasumber dari Dirjen Pengembangan Eskpor Nasional, dan Kementerian BUMN

 

Harapannya talkshow ini dapat menjadi jawaban bagi permasalahan perajin seperti pemasaran, peningkatan kualitas dan fasilitas, serta pendanaan. Nantinya pengetahuan ini dapat disebarluaskan ke perajin melalui Dekranasda.

 

3. WORLD CRAFT COUNCIL AWARD

Indonesia, dalam hal ini Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dipercaya sebagai tuan rumah World Craft Council Award of Excellence (WCC AoE) for Handicraft. Untuk penyelenggaraan evaluasi penjurian kali ini, dilakukan pada tanggal 24-27 September 2018, untuk kegiatan ini, Dekranas bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

WCC AoE for Handicraft merupakan salah satu kegiatan dari World Craft Council-Asia Pacific Region (WCC-APR), yang diselenggarakan dua tahun sekali, dimana pertama kalinya diadakan pada tahun 2014.

Kegiatan Award ini merupakan kegiatan lanjutan dari UNESCO AoE for Handicraft, yang terakhir diselenggarakan di Kuching pada tahun 2014. Kegiatan pemberian Award ini bertujuan untuk memberikan pengakuan pada produk kerajinan yang mempunyai kualitas yang sempurna, dengan desain yang baik, inovative, original dan "marketable", sehingga dapat bersaing, baik di pasar domestik maupun global. Dengan demikian pada akhirnya dapat meningkatkan nilai tambah dan nilai jual dari produk kerajinan tersebut, yang akan membawa dampak pada peningkatan perekonomian daerah dan pada akhirnya akan meningkatkan pada kesejahteraan perajinnya. Kegiatan WCC AoE kali ini, diikuti oleh negara-negara anggota WCC-APR dari wilayah Asia Tenggara, seperti: Thailand, Laos, Vietnam, Cambodia, Malaysia, dan Indonesia, dengan jumlah produk yang terdaftar sebanyak 129 produk kerajinan (per tanggal 20 September 2018). Dari 129 produk tersebut 65 produk (66%) berasal dari Indonesia.

Penjurian akan dilakukan menurut 7 (tujuh) kategori produk yang berdasarkan bahan baku produk, yaitu: tekstil, serat alam, keramik, kayu, logam, batu- batuan dan bahan baku alam lainnya. Adapun kriteria penjurian dinilai dari tingkat kesempurnaan produk (excellence), originalitas, inovasi dan daya jual (marketability). Tentunya semua ini dengan mempertimbangkan aspek ramah lingkungan dan tanggung jawab sosial.

JAYALAH PERAJIN INDONESIA!

Bagikan konten ini

Tentang Kami

Kriyanusa

Kriyanusa.id adalah pameran kerajinan terbesar yang diselenggarakan tahunan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). KriyaNusa 2019 akan dilaksanakan pada tanggal 11-15 September 2019 bertempat di Balai Kartini, Jakarta

Baca Lebih Lanjut